Kamis, 12 Februari 2009

UJIAN NASIONAL 2009

Sudah tidak asing lagi kegiatan rutin di lingkungan dinas pendidikan di seluruh wilayah nusantara Republik ini di sibukkan dengan persiapan Ujian Nasional. Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional ini banyak trik-trik sekolah yang dilakukan demi tercapainya standar kelulusan yaitu melakukan tambahan jam belajar bagi siswa dan privat bagi siswa juga ada yang melakukan les di lembaga bimbingan yang ada di wilayah masing-masing.Pihak Dinas Pendidikan Provinsi, Kab/Kota, Sekolah dan Masyarakat sangat mengharapkan Ujian Nasional dapat sukses dan siswa-siswi lulus semua.
Maka dari itu diperlukan kerjasama antara orang tua siswa-siswi dengan sekolah untuk saling mengawasi dan memberikan motivasi kepada putera-puterinya terutama dalam belajar.Ujian Nasional merupakan hal yang menakutkan bagi siswa-siswi karena terdapat standar kelulusan yang harus di penuhi oleh siswa-siswi.Dengan standar rata-rata nilai 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan dan minimal 4,00 untuk dua mata pelajaran yang di ujikan, hal ini merupakan momok bagi siswa-siswi. Banyak orang tua siswa yang merasa was-was menunggu nasib putera-puterinya dan hal ini juga dirasakan siswa-siswi, guru, kepala sekolah yang ikut bertanggung jawab terhadap keberhasilan siswa-siswinya.
Sangat dilematis aturan yang di tetapkan oleh pemerintah dimana tidak ada pilihan lain kecuali berusaha dengan giat belajar yang semaksimal mungkin untuk menghadapi ujian. Standar yang di tetapkan pemerintah tersebut sangat berat bagi daerah terutama di Kalimantan Barat dan daerah lainnya di luar Pulau Jawa. Standarisasi Kelulusan Ujian Nasional mestinya tidak dapat disamakan karena mengingat terdapat perbedaan-perbedaan antara lain :
1. Standar Gurunya
2. Standar input siswanya
3. Standar sarana dan prasarananya
4. Standar kondisi dan latar belakang daerahnya
Hal ini yang merupakan permasalahan yang harus diperhatikan, mestinya Ujian Nasional menggunakan Sistem Rayon A untuk daerah mana saja, Rayon B daerah mana saja, dan Rayon C daerah mana saja atau mungkin Ujian Nasional dapat di uji cobakan pada Sekolah A dalam kota kabupaten yang dianggap sekolah terbaik sebagai sample. Namun sebagai bawahan mesti harus kita ikuti apa yang menjadi harapan dan cita-cita pemerintah tentang pendidikan Indonesia ke depan.
Untuk itu kami mengharapkan Kabinet yang beru periode 2009/2013 terutama Mendiknas agar mengkaji ulang tentang standarisasi Kelulusan Ujian Nasional. kami mengharapkan kurikulum tahun 1975 yang masih relevan mengapa ? karena kurikulum tersebut benar-benar mengukur kemampuan siswa-siswi yang sebenarnya. Dan kualitas pendidikanpun cukup baik. Yang menjadi Pertanyaan dengan Standar Kelulusan Ujian Nasional 2009 apakah menjamin kualitas pendidikan tercapai dan meningkat ? hayo coba beri komentar yang bergabung dengan blog saya bagi-bagi cerita yaaaa..

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kurikulum harus mengikuti perkembangan jaman, kalau pakai kurikulum 1975 tidak ada TIK dong?
Standar kelulusan akan menjamin kualitas pendidikan jika standar yang lainnya dipenuhi juga.

Template by - REDEMTIUS SUPRIYANTO, S.Pd - 2009 - kreasijaskes